Bagaimana Mengasuh Anak dengan HIV/AIDS?

Dear parents,
Seperti pada prinsip pengasuhan anak pada umumnya, tujuan utama pengasuhan anak adalah agar si kecil mendapatkan kualitas hidup yang baik, terlepas dari apakah ia tidak mempunyai masalah kesehatan yang berarti ataupun ia memiliki masalah kesehatan yang serius.
Berbeda dengan anak yang memiliki penyakit berat lainnya, anak dengan HIV AIDS kerap mendapatkan stigma dari lingkungan tempat tinggalnya. Bagi parents yang memiliki HIV AIDS, sebelum hamil dan melahirkan sebaiknya mendapatkan konseling terlebih dahulu, walau pada kenyataannya tidak setiap pasangan yang mengalami HIV AIDS mendapatkan konseling ini. Konseling ini sangat diperlukan terutama untuk mempersiapkan si kecil yang akan lahir.
Pentingnya konseling sebelum hamil
Anak yang akan lahir dari orang tua yang mengalami HIV/AIDS akan mendapatkan obat-obatan antivirus sebagai pencegahan. Selain itu konseling juga diperlukan untuk mendapatkan informasi mengenai strategi mengasuh kesehatan anak dengan benar. Orang tua nantinya akan dihadapi pilihan akan memberikan ASI eksklusif atau susu formula eksklusif, tidak boleh dicampur. Hal ini yang nanti akan mendapatkan penjelasan secara rinci dari tenaga medis.
Ketika si anak beranjak besar, orang tua mulai menanamkan dan memberikan informasi mengenai kondisi yang dialaminya. Seringkali anak dengan HIV/AIDS tidak lagi dibesarkan oleh orang tuanya karena mungkin ayah atau ibunya telah tiada. Di sini peran keluarga lainnya seperti kakek, nenek atau paman bibinya menjadi sangat penting. Demikian pula peran lingkungan dan sekolah. Permasalahan utama selama ini adalah pemahaman yang keliru mengenai penularan penyakit HIV AIDS. 

Si kecil rentan infeksi
Memang ada beberapa hal khusus yang perlu diperhatikan, terutama bila si kecil terkena sakit/infeksi penyakit lain. Sebagai pengasuh, kita harus jeli melihat kondisi si kecil, karena mungkin saja infeksi yang umum pada anak biasa menjadi berbeda derajatnya untuk anak-anak dengan HIV/AIDS ini. Pengasuh harus lebih ekstra berhati-hati bila si kecil mengalami batuk pilek, demam, atau diare. Bukan artinya kita bertindak over-protected dengan tidak memasukkan anak ke sekolah, tidak mengijinkannya bermain dengan teman atau aktivitas lainnya, tetapi pemantauan mengenai kondisi si kecil memang harus lebih intensif.
Kepatuhan berobat
Pada tahap tertentu, si kecil memang harus mengkonsumsi obat secara teratur, dan tentunya sulit bagi serorang anak untuk mematuhi hal tersebut. Bila ia masih kecil, maka orang tua atau pengasuh benar-benar harus menanamkan pentingnya obat yang dikonsumsi, dan bukan hanya sekedar memaksa anak untuk minum obat. Ini akan menjadi bekal bagi si kecil kala ia beranjak dewasa. Anak-anak remaja pada umumnya memiliki sifat “pemberontak”. Bila dari kecil tidak ditanamkan pentingnya pola hidup sehat dan obat-obatan yang diperlukan, maka sering terjadi kelompok ini tidak memiliki kepatuhan yang baik, dan berujung pada kualitas kesehatan dan hidup mereka.
Kembali pada prinsip pengasuhan, tujuannya adalah agar si kecil mendapatkan kualitas hidup yang baik. Berikan stimulus asih asah asuh yang memadai, menjaga higienis dan pola hidup sehat, menanamkan sejak dini mengenai kondisi khusus yang dialami si kecil, sehingga ia mencapai pengertian yang baik, serta dukungan dari lingkungan, terutama dari keluarga, dan tentunya pihak sekolah.
 

Add Comment