Alasan Kenapa Imunisasi Dasar Lengkap Untuk Bayi itu Penting

Status kesehatan anak dan bayi di Indonesia tergolong rendah karena banyak dari mereka yang tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, bahkan sejak lahir tidak pernah divaksinasi lengkap.

Hal ini berdasarkan data Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang menunjukkan bahwa 1,7 anak tidak divaksinasi sama sekali atau status vaksinasinya tidak lengkap pada periode 2014-2016.

Hal ini membuat kesehatan anak-anak di Indonesia sangat rentan terhadap segala macam penyakit, termasuk penyakit menular yang mematikan. Oleh karena itu, upaya vaksinasi harus terus didorong untuk menciptakan generasi penerus yang berkualitas.

Tentu Sobat Sehat bertanya-tanya apa itu imunisasi dasar dan bagaimana cara pemberiannya, simak poin-poin berikut tanpa basa-basi lagi.

Apakah Imunisasi Dasar Lengkap Itu?

Imunisasi dasar yang sudah disinggung pada paragraf awal mempunyai pengertian, yaitu pemberian imunisasi dasar secara lengkap kepada bayi yang berumur 0-9 bulan. Imunisasi ini merupakan salah satu program wajib dari pemerintah di bidang kesehatan berdasarkan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009.

Untuk Apa Tujuannya dan Seberapa Penting?

Tujuan pemberian imunisasi adalah untuk membuat bayi yang baru lahir atau sudah berumur beberapa bulan kebal terhadap segala serangan penyakit seperti TBC, Hepatitis B, difteri, polio, dan campak. Karena tujuannya seperti itu, pemberian imunisasi melalui vaksin merupakan hal yang cukup penting.

Sebab, imunisasi itu sendiri pada dasarnya adalah menyuntikkan virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh untuk merangsang keluarnya antibodi sehingga tubuh sudah tahu cara melawan ketika ada virus sejenis yang menyerang.

Pemberian vaksin selain mencegah penularan penyakit berbahaya pada bayi, juga untuk mencegah menularkan penyakit tersebut pada orang lain sampai usia dewasa.

Apabila bayi atau anak tidak diimunisasi, risiko terkena penyakit menular yang berbahaya akan lebih tinggi sehingga dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian. Selain cepat dan aman, imunisasi juga hampir 100% efektif, dan apabila anak ternyata masih tetap terkena penyakit menular, gejalanya pun lebih ringan.

Baca Juga: makanan untuk ibu menyusui saat bayi mencret

Imunisasi Apa Sajakah yang Harus Diberikan?

Untuk imunisasi dasar ini terdapat  5 jenis imunisasi yang wajib diberikan kepada bayi, yaitu:

  • Hepatitis B
  • Polio
  • BCG
  • Pentavalen (DPT, HB, HIB)
  • Campak

Seperti Apakah Prosedurnya?

Prosedur pemberian imunisasi dasar ini tentu harus berdasarkan usia. Hal ini sesuai dengan ketetapan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan dan IDAI, yang tentu saja membuat prosedur ini berdasarkan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

Untuk prosedurnya adalah sebagai berikut:

Hepatitis B

Vaksin Hepatitis B diberikan pada saat bayi baru lahir, yaitu paling lambat 12 jam setelah lahir. Manfaatnya adalah untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke bayi saat proses persalinan.

Baca Juga: Jangan Remehkan Nyeri Saat Menelan, Bisa Jadi Itu Difteri

Polio

Vaksin polio diberikan sebanyak 4 kali sebelum bayi berumur 6 bulan, yaitu pada saat lahir, usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Pemberian vaksin ini kepada bayi untuk mencegah tertularnya bayi terkena penyakit polio.

Produk Terkait: Vaksinasi Polio

Penyakit ini disebabkan oleh virus dalam saluran pencernaan dan tenggorokan, dan dapat mengakibarkan kelumpuhan kaki, tangan, otot pernapasan sehingga menyebabkan kematian.

BCG

Vaksin BCG diberikan saat bayi berusia 2 bulan. Vaksin ini berfungsi mencegah anak terkena kuman penyebab penyakit tuberculosis yang dapat menyerang paru-paru dan selaput otak yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian.

Produk Terkait: Vaksinasi BCG

Pentavalen

Pentavalen adalah vaksin yang merupakan gabungan dari vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus), vaksin HB (hepatitis B), dan vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B) ini mampu mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri (infeksi selaput lendir hidung dan tenggorokan), pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak). Vaksin diberikan pada saat bayi mencapai usia 2,3, dan 4 bulan.

Campak

Terakhir adalah vaksin campak yang diberikan saat bayi berusia 9 bulan. Vaksin ini bermanfaat untuk mencegah penyakit campak berat yang dapat menyebabkan pneumonia (radang paru), diare, dan bisa menyerang otak.

Produk Terkait: Imunisasi Campak

Sampai Kapan Pemberiannya?

Kelima jenis imunisasi dasar lengkap di atas tersebut harus diberikan pada bayi dan anak sebelum mereka berusia 1 tahun.

Meski begitu, ada tiga jenis vaksin yang perlu diulang di usia batita atau di bawah tiga tahun, yaitu vaksin polio, campak, dan DPT karema kadar antibodinya akan turun setelah setahun. Sedangkan, imunisasi BCG cukup sekali saja karena antibodinya yang tidak pernah turun.

Seperti Apa Cara Pemberiannya?

Untuk pemberian vaksin imunisasi ini terdiri dari dua macam, yaitu bisa dilakukan dengan cara memasukkan cairan ke dalam tubuh melalui penyuntikkan cairan ke dalam bagian otot, atau disuntikkan di bagian bawah lapisan kulit. Selain dengan cara disuntik, cara lainnya adalah dengan meneteskan cairan ke bagian mulut atau oral. Semua disesuaikan dengan jenis vaksin yang akan diberikan.

Untuk Penyuntikan, Di Manakah Lokasinya Pada Tubuh?

Lokasi penyuntikan pada tubuh biasanya pada paha atas dan lengan atas. Untuk paha atas, biasanya diberikan pada anak-anak berusia di bawah 12 bulan. Sedangkan untuk lengan atas pada anak-anak di atas 12 bulan. Jenis suntikannya disebut dengan subkutan atau SC. Selain jenis suntikan SC, ada lagi jenis suntikan bernama IM untuk penyuntikan vaksin intramuscular, yang diberikan pada anak berusai di bawah 12 bulan, dengan menyuntikkan bagian paha atas.

Baca Juga: Imunisasi Polio Tetes vs Suntik, Yuk Disimak Penjelasannya

Di Manakah Tempat Mendapatkan Imunisasi Dasar Ini?

Untuk bisa mendapatkan imunisasi dasar, Sobat Sehat yang telah menjadi orang tua bisa mendapatkanya untuk bayi dan anak Sobat dengan mendatangi posyandu, puskesmas, rumah sakit, tempat praktek dokter anak atau bidan. Untuk puskesmas vaksin yang digunakan disediakan langsung dari pemerintah sementara untuk vaksin tambahan seperti rotavirus, influenza, varicella, PCV, atau hepatitis A yang tidak disediakan langsung dapat diperoleh di rumah sakit atau dokter anak.

Adakah Efek Samping yang Dihasilkan?

Mengenai efek samping dari imunisasi wajib untuk bayi dan anak tentu saja ada, dan biasa disebut dengan kejadian ikutan pasca-imunisasi atau KIPI. Biasanya, bayi atau anak yang terkena KIPI akan mengalami demam ringan hingga tinggi, kemudian mengalami bengkak, kemerahan, dan menjadi agak rewel.

Umumnya KPI akan hilang dalam waktu 3-4 hari meskipun juga bisa berlangsung lebih lama. Selama bayi dan anak mengalami KIPI, sobat tidak perlu panik. Hal yang perlu Sobat lakukan adalah memberikan obat penurun panas tiap 4 jam, mengompres dahi dengan air hangat, memberikan ASI, susu, atau jus buah apabila sudah bisa mengonsumsi makanan padat. KIPI biasanya tidak sampai mengakibatkan penyakit berat apalagi kelumpuhan, serta kematian.Jika kondisi tidak kunjung membaik, segera hubungi atau bawa ke dokter.

Apa yang Perlu Dilakukan Setelah Imunisasi Dasar?

Setelah Sobat memberikan semua vaksin dari imunisasi dasar secara lengkap, dan sesuai usia, bukan berarti pemberian imunisasi selesai begitu saja sebab ada yang namanya imunisasi lanjutan. Imunisasi jenis ini juga tercakup dalam program pemerintah di bidang kesehatan, dan masuk pada imunisasi rutin lengkap sebagai pengembangan dari imunisasi dasar lengkap. Pemberian imunisasi lanjutan ini diperlukan untuk memberikan perlindungan yang lebih optimal mengingat imunisasi dasar saja ternyata belum cukup memberikan kekebalan.

Adapun vaksin yang diberikan saat imunisasi lanjutan mencakup vaksin-vaksin yang sudah pernah diberikan pada imunisasi dasar seperti polio, campak, hepatitis B, dan DPT, lalu ditambahkan beberapa vaksin seperti MMR, Influenza, hingga hepatitis A. Imunisasi lanjutan dimulai dari anak berusia 12 bulan hingga 18 tahun.

Bagaimanakah Supaya Pemberian Imunisasi Lancar?

 

Agar dapat menawarkan vaksinasi dasar lengkap untuk bayi dan anak-anak tanpa masalah, Anda harus mengamati rencana vaksinasi yang disusun oleh Kementerian Kesehatan dan IDAI berdasarkan rekomendasi dari WHO. Termasuk vaksinasi sesuai usia. Yang juga perlu diperhatikan adalah waktu interval pemberian vaksin satu sama lain, terutama dengan vaksin hidup.

Jika vaksin hidup diberikan selama imunisasi, interval pemberian adalah 4 minggu. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi terjadinya intervensi atau reaksi antibodi yang saling berinteraksi. Vaksin oral seperti polio dan rotavirus tidak perlu menunggu pemberiannya dengan sedikit keterlambatan dalam pemberian vaksin jenis lain, dan ini juga berlaku untuk vaksin mati.

Oleh karena itu, vaksinasi pada waktu yang tepat sangat penting karena jika tidak dilakukan tepat waktu akan membahayakan kekebalan bayi dan anak, sehingga membuat anak rentan terhadap penyakit dan virus corona.

Salah satu solusi yang paling tepat untuk masalah ini adalah dengan menawarkan layanan vaksinasi melalui panggilan telepon ke dokter keluarga agar vaksinasi tetap dilakukan dengan lancar dan aman oleh Prosehat, untuk layanan ini Anda hanya perlu menginstal Prosehat aplikasi dari Play Store dan pilih jenis layanan yang tersedia.

Add Comment