Julingkah Mata Anakku?

”Mata adalah jendela hati.” Pernahkah Anda mendengar kalimat ini? Atau mungkin yang satu ini pernah Anda dengar: ”dari mata turun ke hati..” Tetapi, apakah Anda tahu kenapa mata dikatakan sebagai jendela hati? Kenapa ada istilah dari mata bisa turun ke hati? Pada saat Anda bercermin, perhatikanlah kedua mata Anda. Mata bukanlah organ terbesar yang ada pada tubuh kita, namun mata memiliki peranan yang sangat penting. Dengan kedua mata, Anda dapat melihat semua ciptaan Yang Maha Kuasa yang begitu indah.
Akan tetapi, ada beberapa orang yang tidak dapat menikmati indahnya ciptaan Tuhan melalui penglihatannya semenjak lahir ataupun karena suatu hal. Adapula orang yang dapat melihat segala sesuatu, namun pandangan mereka tidak sempurna atau terbatas. Yang dimaksudkan disini adalah mereka yang memiliki kelainan pada matanya. Banyak hal dapat menyebabkan daya pandang seseorang terbatas atau terganggu, salah satunya mungkin pernah Anda temui dalam kehidupan sehari-hari, yaitu mata juling.
Juling adalah suatu keadaan dimana kedudukan kedua bola mata tidak ke satu arah dan hal ini bisa terjadi pada arah atau jarak penglihatan tertentu, misalnya kelainan kedudukan bola mata pada saat melihat jauh saja atau pada saat melihat ke atas, maupun terjadi pada semua arah dan jarak penglihatan. Normalnya, kedua bola mata berada pada kedudukan yang sama.
Seringkali kita temui kasus mata juling pada orang dewasa. Namun, apakah juling juga terjadi pada anak-anak? Juling pada anak-anak seringkali tidak disadari oleh orangtua sehingga tidak mendapatkan pengobatan dan akhirnya anak itu tumbuh dewasa dengan kedudukan bola mata yang tidak seimbang antara kanan dan kiri. Hal ini bukan saja mengganggu proses penglihatan, namun juga mengakibatkan penampilan kosmetik yang kurang baik serta trauma psikis dalam diri anak tersebut.
Jika Anda memiliki anak kecil atau segera akan memiliki anak, jangan lupa untuk memperhatikan kedua bola mata anak Anda. Lihatlah gerakan dari bola matanya. Apakah kedua bola matanya bergerak bersamaan menuju satu arah atau mungkin ada salah satu yang terlambat bergerak atau justru kedua bola mata bergerak ke arah yang berlainan?
Pada waktu lahir, seorang bayi akan diperiksa secara menyeluruh oleh dokter. Bila terdapat kelainan maka diperlukan pemeriksaan lanjutan. Bila tidak ditemukan adanya kelainan, bukan berarti tidak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut pada anak. Pada tahun-tahun awal, pemeriksaan tajam penglihatan merupakan bagian dari pemeriksaan umum anak sehat. Pemeriksaan mata pada anak harus rutin dilakukan. Walaupun anak belum mengerti arti kata-kata yang dilihatnya, namun dapat dilakukan tes-tes sederhana untuk menilai kondisi penglihatan anak tersebut. Gambaran pasti baru diperoleh setelah anak tersebut memasuki usia sekolah.
Pada anak-anak yang masih sangat kecil, Anda dapat meminta anak untuk mengikuti sasaran(target) yang telah ditentukan. Sasaran dibuat sekecil mungkin sesuai dengan umur, perhatian, dan tingkat kecerdasannya. Lalu tutup salah satu matanya. Bila ia melawan(tidak mau matanya ditutup) maka mata tersebut berada dalam kondisi baik. Sedangkan bila mata lain yang ditutup dan ia tidak melawan, maka mata yang ditutup tanpa perlawanan itulah yang penglihatannya jelek.
Pada usia 2-2½ tahun, anak dapat disuruh untuk meletakkan jari-jarinya pada sebuah titik yang ukurannya telah dikalibrasi. Ini merupakan uji titik(dot test). Sedangkan untuk anak umur 3 tahun dapat dilakukan tes dengan menggunakan kartu buta huruf ”E”, yaitu sebuah kartu yang huruf E-nya memiliki kaki ke berbagai arah dan sang anak menunjukkan arah kaki huruf E tersebut dengan jari telunjuknya. Bila anak sudah lebih besar dan mengenal abjad A-Z, Anda dapat membawa anak tersebut ke dokter untuk diperiksa.
Setelah usia 5 tahun dan tajam penglihatan anak Anda normal, maka pemeriksaan selanjutnya dilakukan setiap 2 tahun sampai usia 16 tahun. Sedangkan untuk uji penglihatan warna dilakukan pada usia 8-12 tahun.
Selain memeriksakan tajam penglihatan anak Anda, perhatikan pula gerakan dari kedua bola matanya. Samakah antara mata yang kanan dan kiri?
Ada 12 buah otot yang menyanggah bola mata. Otot-otot inilah yang menggerakkan kedua bola mata kita. Otot-otot ini selalu bergerak secara teratur. Gerakan otot yang satu akan mendapat keseimbangan dari otot-otot yang lainnya. Apabila salah satu atau lebih dari otot penggerak bola mata tidak dapat mengimbangi gerak otot lainnya, maka terjadilah keadaan yang kita kenal dengan nama ”juling”.
Secara umum ada 4 macam juling yang dikenal, yaitu:

  1. convergence excess: kedudukan bola mata normal saat melihat jauh, namun menjadi juling ke arah dalam waktu melihat dekat.
  2. divergence excess: kedudukan bola mata normal saat melihat dekat, tetapi juling ke arah luar waktu melihat jauh.
  3. convergence insuffiency: kedudukan bola mata normal saat melihat jauh, namun menjadi juling ke arah luar waktu melihat dekat.
  4. divergence insuffiency: kedudukan bola mata normal saat melihat dekat, namun menjadi juling ke arah dalam waktu melihat jauh.

Pengobatan pada anak dengan mata juling dilakukan secara bertahap. Dimulai dengan memperbaiki visus (tajam penglihatan) dari kedua mata, lalu memperbaiki posisi kedua bola mata, dan terakhir melatih anak menyatukan bayangan dari kedua matanya.
Usaha memperbaiki tajam penglihatan dilakukan sedini mungkin, semenjak anak terlihat sering menggunakan salah satu matanya saja. Anda dapat membantu anak dengan menutup mata yang sering dipakainya. Dengan demikian mata yang malas akan dipakai dan diperbaiki kemampuan penglihatannya.
Sedangkan, untuk perbaikan posisi bola mata dilakukan pada usia dimana pemeriksaan terhadap otot-otot matanya sudah dapat dilakukan secara lebih teliti. Hal ini dilakukan karena pemeriksaan tersebut membutuhkan kerjasama antara dokter dengan anak yang bersangkutan. Perbaikan kedudukan bola mata dilakukan dengan melemahkan otot yang bekerja terlalu kuat dan memperkuat otot yang lebih lemah.
Kondisi mata juling mengakibatkan penglihatan ganda yang apabila tidak dikoreksi dapat menimbulkan kondisi yang lebih buruk lagi bagi penglihatan. Pada anak-anak pengobatan harus segera dilakukan setelah diagnosis ditegakkan. Sampai usia 5 tahun, koordinasi gerakan otot-otot mata belumlah lengkap dan belum menetap sampai usia 8 tahun. Jadi apabila pengobatan baru dilakukan setelah usia 8 tahun, upaya perbaikan biasanya tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Bila sudah terjadi demikian, satu-satunya jalan adalah dengan melakukan operasi. Namun hal tersebut tidak menjamin bahwa kedua matanya akan normal kembali.
Jadi, bagaimana dengan anak Anda? Baikkah penglihatannya? Nampak julingkah mata anak Anda? Perhatikanlah secara seksama dan lakukanlah pengobatan yang diperlukan sedini mungkin sebelum terlambat!
Daftar pustaka:
Asbury Taylor. Vaughan Daniel. OFTALMOLOGI UMUM. Jilid I, edisi ke-11. STRABISMUS, hal 244-251.
Asbury Taylor. Vaughan Daniel. OFTALMOLOGI UMUM. Jilid II, edisi ke-11. HAL-HAL KHUSUS PADA PEDIATRI, hal 91-98.
Bambang Hamurwono, Guntur, dr., ect. ILMU PENYAKIT MATA UNTUK DOKTER UMUM DAN MAHASISWA KEDOKTERAN. Edisi ke-2. JULING-STRABISMUS, hal 219-228. Jakarta: CV.Sagung Seto. 2004.
Prof. dr. H. Sidarta Ilyas, SpM. ILMU PENYAKIT MATA. Edisi ke III. STRABISMUS, hal 227-258. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2007.

Add Comment