Tanya Jawab #TalkKids (1): Anakku Susah Makan!

dr. Ariani Dewi Widodo, SpA


Sobat DokterAnda, kini TDA akan melakukan liputan dan dokumentasi terhadap pertanyaan Sobat bersama dr. Ariani Dewi Widodo, SpA mengenai topik yang dibahas di #TalkKids, #TalkKids adalah online talkshow yang bisa disimak oleh Sobat sekalian di akun facebook TDA dan Twitter TDA di @tanyadok. Selamat menyimak.
Anak saya usianya tiga tahun. Dia ogah makan daging, ikan. Bagaimana dok?
Dr. Ariani Dewi Widodo, SpA: Nah, ogah makan daging seringkali berkaitan dengan keterampilan mengunyah yang belum baik. Anak tampak ngemut dan mengunyah di gigi depan. Lebih cenderung suka makanan lunak atau sop daripada padat.
Sore dokter, mau sharing. Anak saya juga sebelumnya sulit makan. Meski dikasih vitamin pabrik tidak pengaruh. Begitu saya ikut teman yang “nyekok” anaknya pake jamu pahit, Alhamdulillah lancar makannya, jadi tidak susah malah sering minta makan. Bagaimana dok?
Hi, terima kasih sharingnya. If it works, great. Tapi hati-hati anak trauma saat dicekoki. Kalau sekarang sudah banyak makannya, kami ikut senang.
Suplemen komersial yang biasa diiklankan itu bagus tidak buat ningkatin nafsu makan anak? Ada efek sampingnya kah?
Ada berbagai suplemen komersial yang dijual di pasaran, dengan berbagai bentuk dan zat aktif. Tidak masalah apabila diberikan ke anak, namun perlu identifikasi apa sebenarnya masalah makan pada anak, apakah murni karena nafsu makan yang kurang, ataukah sebenarnya mereka belum ‘terampil’ makan hingga cenderung ogah-ogahan saat diberi makanan?
Dok… Ada bahan alami yang bisa meningkatkan nafsu makan anak tidak yang khasiatnya sudah diakui medis?
Belum ada bukti ilmiah medis yang mendukung suplementasi makanan seperti misalnya curcuma dapat meningkatkan nafsu makan secara signifikan. Apalagi, kembali lagi, apakah masalahnya betul-betul pada nafsu makan? Apakah keterampilan makannya sudah cukup baik?

Sore dokter, anak kedua saya perempuan, 35 bulan, sedikit makannya, kadang 3 suap sudah tak mau lagi. Sudah tes mantoux (tes untuk deteksi TBC-red) hasilnya negatif, anaknya juga ceria. Kira-kira kenapa dok? Padahal sejak mulai makanan padat sudah saya biasakan makan tim buatan sendiri?
Anak usia 2-3 tahun memang mulai menunjukkan independensinya, dan tidak mau terlalu dipaksa. Karena pada usia tersebut memang pertumbuhan tidak sepesat sebelumnya, wajar kalau mereka tidak makan sebanyak sebelumnya. Anak tidak akan mati kelaparan, mereka tahu kapan harus makan. Yang terpenting, jangan sampai di antara waktu makan mereka memakan cemilan-cemilan (baik yang bernutrisi maupun yang tidak!), karena hal ini akan mengganggu keteraturan jadwal makan, sehingga kebiasaan untuk makan tidak terbentuk dengan baik. Boleh menentukan waktu snack, tapi jangan makan cemilan di luar waktu tersebut.
Dok, benar tidak prinsip saya, kalau anak tak mau makan, lebih baik biarkan ia mengemil?
Saya dapat memahami bahwa Bunda mungkin jadi ‘panik’ karena tidak ada makanan yang masuk. Tapi selama anak itu sehat, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Cemilan di antara jam makan justru dapat membuat anak merasa kenyang. Akibatnya, ia semakin tidak bernafsu melihat makanan saat waktu makan tiba (lha perutnya sudah penuh!). Hal ini berlaku juga untuk susu, apalagi susu yang berkalori ekstra tinggi dan diklaim sebagai ‘pengganti makanan’. Jangan lupa, makan adalah proses belajar. Artinya, kalau anak belum bisa berjalan kita dengan sabar menuntunnya berjalan, demikian pula diharapkan dengan makan. Bantulah anak untuk BELAJAR makan, belajar mengunyah, dan berikan suasana yang mendukung untuk proses belajar makan. Tidak perlu panik, kecuali dalam keadaan sakit berat yang tidak memungkinkan untuk makan, anak tidak akan membiarkan dirinya kelaparan. Lihat saja, saat waktu makannya tiba, ia akan makan saat ia lapar. Asal, jangan diberikan cemilan untuk ‘menangsel’ perut di antaranya.
Anak saya 4,5 tahun. Makan diemut, bahkan diselipkan di gigi sampai giginya rusak. Jarang jajan dan tak begitu suka junk food. Bagaimana memberi makan daging, tidak mau mengunyah. Tunggu anak lapar, pernah dok.. Eh, malah masuk angin. Terkadang dia bisa menikmati makanannya, tapi jarang sekali. Bagaimana ya dok?
Halo ibu, tampaknya ini masalah klasik dalam hal keterampilan mengunyah. Ia lebih suka makanan yang lunak, karena ia sudah tahu belum dapat mengunyah dengan baik. Maka begitu melihat daging, langsung diidentifikasi sebagai makanan yang ia ‘tidak suka’ – bukan dalam hal rasa, melainkan karena sulit diproses dalam mulut. Untuk anak seperti putra Ibu perlu dilakukan ‘latihan’ untuk terampil mengunyah, dengan cara diberikan makanan-makanan yang lunak langsung ke gigi geraham kiri dan kanan (jangan diberikan di gigi depan). Selain itu sebaiknya dilengkapi dengan pijat atau massage wajah sesuai dengan alur otot pengunyah, termasuk juga pada gusi dan pipi.
Anak saya susah makannya bu dokter. Kalau makan tak pernah habis, inginnya semua makanan dicoba tapi tak habis.
Artinya nafsu makan cukup baik ya, bagus. Perhatikan makanan apa yang betul-betul dimakan dan apa yang tidak, hati-hati bila hanya memakan yang lunak dan melepehkan yang keras. Bila semua sudah OK, anak perlu dilatih kedisiplinan. Caranya adalah dengan mempersilakan anak memilih makanan atau lauk yang diinginkan terlebih dahulu, dan boleh menentukan jumlah makanan yang ia inginkan. Hal ini akan membuat anak lebih PD (percaya diri-red) dan merasa lebih bertanggung jawab akan pilihannya. Apabila sudah dihabiskan, baru anak diizinkan memilih lauk berikutnya. Tidak harus satu lauk dalam satu waktu, namun sebaiknya tidak lebih dari dua lauk.
Dok anak saya umur 4 tahun, aktif sekali. Sepertinya melihat dia diam hanya saat nonton dan tidur. Makan juga sambil jalan terus. Normal tidak dok? Saya capai mengikuti pola tingkah lakunya.
Senang punya anak yang aktif. Aktivitas berlebihan atau tidak, perhatikan apakah ia dapat mengerjakan tugas hingga selesai, misalnya menyusun puzzle atau menggambar. Bila cenderung tidak dapat mengerjakan tugas sampai selesai, cepat berpindah-pindah permainan dan tidak dapat dikendalikan, hati-hati. Cobalah menemui dokter anak atau Pusat Tumbuh Kembang Anak, untuk memastikan apakah anak cenderung hiperaktif. Karena usianya yang masih 4 tahun, bila memang terdapat kecenderungan aktivitas sangat berlebih atau perhatian yang kurang, masih lebih mudah diatasi dibandingkan dengan bila sudah masuk SD. Apakah ada keluhan dari guru di sekolah?
Untuk makan, memang barangkali belum dibiasakan makan sambil duduk, dan hal ini penting bagi anak. Cobalah mulai membiasakan anak makan sambil duduk, lebih baik lagi bila dapat makan bersama keluarga. Usahakan menarik perhatiannya dengan mengajak ngobrol atau tebak-tebakan sederhana, yang meskipun bicara tidak dianjurkan sambil makan, namun dengan tujuan untuk mempertahankan dan membiasakan anak tetap makan sambil duduk hingga selesai.
Pengganti MSG biar gurih apa dong dok?
Silakan pakai segala macam bumbu dapur, boleh bawang merah, bawang putih, kunyit, ketumbar, lengkuas, bawang bombay, apapun asal dari bahan alami dan sehat. Terbaik adalah JANGAN MEMULAI (mungkin untuk anak berikutnya ya, hehe) karena taste anak tidak sama dengan taste kita. Lidah mereka masih murni dan belum mengenal MSG, jadi jangan dibiasakan. Kita ingin mereka memiliki pola hidup yang sehat hingga besar nanti.
Dok, anak saya umur 5 tahun tidak suka buah dan sayur, kalau makanpun sulit inginnya jajan permen dan es krim. Saya khawatir sekali takut kekurangan gizi berat badannya saja jarang naik, bagaimana cara mengatasinya ya dok?
Hi, jangan terlalu khawatir ya Bu, karena kekhawatiran orangtua biasanya sumber ‘kekacauan’ pola makan anak, misalnya cemilan berlebihan dan susu berlebihan demi ‘asal ada yang masuk’. Anak usia demikian pertumbuhannya memang sudah agak melambat, tidak lagi sepesat sebelumnya, sehingga jangan mengharapkan kenaikan berat badan yang signifikan seperti saat kecil.
Coba perhatikan pola makan anggota keluarga yang lain dan Ibu sendiri, apakah cukup baik dan seimbang? Apakah banyak buah dan sayuran? Seringkali orangtua mengharapkan anak makan dengan pola makan yang baik, namun orangtua dan anggota keluarga yang lain tidak memberikan contoh yang benar (saya tidak menuduh ibu lho ya, ini kan info untuk semuanya)
Ajak anak makan bersama, dengan makanan yang sama dg anggota keluarga lainnya. Dengan demikian ia dapat lebih menikmati makan dan melihat contoh makan yang sehat dari anggota keluarga.
Masalah jajan permen dan es krim, mungkin dapat dibatasi ketersediaannya di rumah. Kalau jalan-jalan jangan mendekati penjual permen dan es krim. Dan semoga, tidak dijual di sekitar rumah Alternatifnya, anak yang sudah besar ini dapat diajak bicara bahwa ia baru boleh mengkonsumsi permen dan es krim setelah menghabiskan porsi makanannya.
Dokter, tanya bagaimana menyapih anak, usia 18 bulan, karena tidak mau makanan padat dan sulit minum susu formula, sehingga BBnya sangat kurang. Dan apakah efek dari berat badan yang kurang (9 kg usia 18 bulan). Terima kasih banyak ya Dokter.
Hi, apakah anak memang sudah perlu disapih? ASI boleh dilanjutkan sampai 2 tahun (bahkan lebih). Kapan anak pertama kali mulai makan makanan padat? Batasi frekuensi pemberian ASI, dan buatlah suasana makan yang menyenangkan sehingga anak merasa enjoy. Anak usia 18 bulan ke atas seharusnya sudah dapat makan nasi dan lauk biasa. Bila belum, mungkin perlu diperhatikan lagi apakah itu karena terlalu ‘tergantung’ pada puting (mau menyusu saja), atau karena keterampilan otot mulut dan otot pengunyah yang masih kurang.
Dokter, anakku cowok umur 3,5 tahun berat bdnnya 25 kg. Aku malah bingung karena nafsu makannya besar dan masih ditmabah dengan susu di dot paling tidak 8 botol sehari. Apa berat badan anakku overweight dok? Apa perlu diet?
Berat badan demikian pada usia 3,5 tahun sudah termasuk dalam kategori ‘kelas berat’ ya. Hati-hati karena obesitas pada masa anak cenderung mudah menyebabkan penyakit metabolik pada masa dewasa seperti diabetes, penyakit jantung, dan lain-lain (amit-amit, semoga tidak terjadi ya, tok tok tok)
Nafsu makan besar tidak apa-apa, tapi ibu dapat memilih untuk memberikan makanan yang sehat dan tidak mudah menyebabkan obesitas, apalagi tampaknya ia tidak pemilih dalam hal makanan. Minuman utama yang diberikan pada usia demikian sebaiknya air putih, susu boleh diberikan maksimal 2 kali dalam sehari (dengan catatan, menggunakan gelas bukan dot!). Berikan makanan yang terutama mengandung serat: buah, sayuran, dan kurangi konsumsi karbohidrat.  Dengan demikian bukan hanya berat badannya tidak berlebih, namun tubuhnya akan lebih sehat dan jarang sakit.
Dokter, anakku perempuan. Usianya 3 tahun, beratnya hanya 11kg. Ia tidak mau makan sama sekali, maunya minum susu dan mengemil saja. Sudah segala cara saya lakukan tapi tetap anakku tidak mau makan. Apa ya dok yang harus saya lakukan? Trims.
Nah, kira-kira kalau susu dan cemilan lenyap dari rumah ibu, apakah dia tetap tidak akan makan? Terkadang bukan anak yang susah diatur, tapi lebih sulit mendisiplinkan diri kita sendiri lho untuk TIDAK memberikan susu maupun cemilan di luar jam makan, apalagi kalau anak sudah merengek-rengek dan menangis (usia 3 tahun, sedang pintar-pintarnya merajuk untuk mendapatkan apa yang diinginkan!) Cobalah sepakati dengan anak mengenai waktu makan dan waktu cemilan. jangan memberikan cemilan apapun dalam waktu 3 jam sebelum waktu makan, sehingga pada saat makan perut anak sudah keroncongan dan lebih kooperatif diajak makan. Meskipun demikian, jagalah suasana makan yang menyenangkan ya, jangan membuatnya menderita – lain kali ia akan kapok makan lagi.
Dok, bagaimana ya supaya anak makannya tidak diemut?
Anak makan diemut seringkali karena mereka belum terampil mengunyah. Akibatnya, cenderung lebih suka makanan lunak. Biasanya orangtua mengatakan ‘Kalau makan bubur atau yg berkuah cepet Dok, kalau daging pasti diemut atau dilepeh.” Cara mengatasinya tentu dengan melatih keterampilan anak mengunyah, karena makanan lunak bisa di’gigit’ dengan gigi seri. Namun makanan yang liat seperti daging tidak dapat dimakan bila tidak di-‘grinding‘ dengan gigi geraham (teknik mengunyah yg benar). Maka anak jadi mengemut karrna tidak dapat mengunyah, atau tampak mengunyah ‘monyong’ (di gigi seri).
Anak saya susah sekali makannya junk food, juga tidak mau vitamin nafsu makan. Ia hanya minum susu formula saja. Bagaimana dok?
Vitamin nafsu makan kadang bermanfaat untuk sebagian anak saja, tapi bila masalahnya keterampilan yang kurang, maka tidak bisa teratasi. Anak juga sebaiknya tidak diberi susu terlalu banyak lagi, di atas usia 2 tahun susu maksimal 3 botol dalam sehari. Dengan demikian perut tak selalu penuh dan ia mau makan. Makan bukan hanya untuk saat ini, melainkan juga untuk latihan ke depan.
 
Disarikan dari #TalkKids 2 Juli 2011

Add Comment